Posted on June 3, 2007 in Jakarta by admin6 Comments »

ASAL USUL MARTABAK
Martabak adalah sejenis makanan khas dari negeri India sejak dahulu hingga sekarang. Di Indonesia ada dua jenis martabak.
Pertama adalah martabak telor, yang kedua adalah martabak terang bulan atau biasa disebut martabak manis.

Di India martabak, susunannya adalah sebagia berikut :
Adonan tepung terigu yang dibentuk sebesar telur bayam, dibanting, dilebarkan diatas kaca, marmer atau seng, setelah membentuk ukuran berdiameter kurang lebih 40 cm, kemudian diisi telur/kentang dan digoreng. Setelah itu dihidangkan dengan kare kambing/gulai. Itulah aslinya martabak telur atau di India disebut moortaba.

Di negeri India, makanan lain sejenis martabak telur adalah : Nan, Roti Cane, Chappaty, Purata, Poory, Samosa. Makanan-makanan teresbut masuk pada kategori makanan sedang/ringan. Dan bisa juga menjadi menu makanan utama disana.

Kemudian bagaimana dengan martabak terang bulan/martabak manis ? jenis ini baik bentuk, isi dan rasanya sama sekali tidak ditemukan di negeri India. Makanan yang rasanya manis ini, adalah sejenis roti/kue manis – cake atau pasta. Yang di hidangkan sebagai sarapan pagi /santai bersama minum kopi atau teh maupun teh susu atau “Chaa” yang biasa juga disebut di Malaysia namanya Teh Tarik.

.

ASAL USUL MARTABAK DARI LEBAKSIU
Pada sekitar awal tahun 1930-an, beberapa pemuda asal daerah lebaksiu kabupaten Tegal mengadu nasib dengan berjualan makanan atau mainan anak-anak pada setiap ada perayaan di kota-kota, seperti kota Semarang. Di kota inilah salah seorang pemuda yang bernama Ahmad bin Kyai Abdul Karim berkenalan dengan seorang pemuda berasal dari negeri India bernama Abdullah bin Hasan Almalibary.

Dari hasil persahabatan mereka, maka Abdullah diajaklah berkunjung ke kampung halaman Ahmad di desa Lebaksiu kidul kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Abdullah berkenalan dengan adik perempuan Ahmad yang bernama Masni binti Kyai Abdul Karim.

Kemudian Abdullah mempersunting Masni adik perempuan Ahmad pada tahun 1935. Abdullah atau biasa disebut Tuan Duloh adalah seorang saudagar/pengusaha pada zaman itu. Salah satu keahlian Abdullah adalah membuat makanan yang terbuat dari adonan terigu yang bernama Martabak.

Didalam kisah perjalanan Abdullah ini, dari beberapa narasumber baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup diantaranya : Abdul Wahid bin Kyai Abdul Karim 85 tahun, Mawardi bin Kyai Abdul Karim 80 tahun, H. Abdul Kadir Bayasut 80 tahun (keturunan Arab), H. Katikaren Abdul Kadir 80 tahun (keturunan India), dan beberapa tokoh-tokoh lainnya membenarkan kisah tersebut diatas.

Adalah suatu kenyataan bahwa martabak yang dibuat oleh Abdullah, sangat berbeda dengan martabak yang aslinya dari India.

.

Susunan Bahan Dasar Martabak Telor.

Adonan tepung terigu yang dibentuk bulat sebesar telur ayam, kemudian dibanting, dilebarkan diatas kaca, marmer atau seng. Setelah membentuk lingkaran berdiameter kurang lebih 40 cm, kemudian diisi dengan campuran telur, sayuran, irisan-irisan kecil daging yang telah dimasak dengan bumbu-bumbu. Kemudian digoreng, dan kemudian bisa langsung dihidangkan tanpa kare kambing/gulai. (more…)

Posted on June 3, 2007 in Jakarta by admin3 Comments »
Pada tahun 1960 di Jakarta dan Bandung, terbentuklah perkumpulan pedagang martabak dan pisang goreng bernama MARPIS, singkatan dari Martabak dan Pisang Goreng. Tokoh-tokoh nya adalah sebagai berikut : Pandi, Kamali Rusbad, DJubaidi Ahmad Baedowi dan tokoh-tokoh pemuda lain. Kegiatannya antara lain; perkumpulan sepak bola dan kegiatan sosial.

Pada tahun 1970, terbentuklah perkumpulan IKL (Ikatan Keluarga Lebaksiu). Tokoh-tokoh nya : H. Thabrani, H. Isro, Drs. Kaprawi, Khozin Tamjid, H. Abdul Malik, dan lain-lain

Tahun 1980 terbentuklah pengajian Darul Qur’an Al Islam dibawah pimpinan KH. Mahfud Toha

Pada tanggal 4 Juli 1982 di jalan Ciniru No. 25 Jakarta, yang hadir mewakili MARPIS adalah Bapak Kamali Rusbad menandatangani pembentukan IKBT (Ikatan Keluarga Besar Tegal)

Pada tanggal 21 Pebruari 2007 pembentukan Assosiasi Pedagang Martabak dan Jajanan Indonesia di rumah H. Musa Abdullah, Kencana Loka, blok J1/21, Sektor XII, BSD City, Serpong-Tangerang. Hadir tokoh-tokoh pedagang martabak dan jajanan se-Jabodetabek, Lebaksiu Tegal dan tokoh-tokoh IKBT; antara lain Arief Muktiono dan Ir. H. Ismaun Tjokroharsono.

Al Marjan diakui oleh IKBT sebagai pengganti nama Marpis.

Pada tanggal 2 Mei 2007 deklarasi pembentukan Al Marjan Indonesia di RM. Bukit Sitanjung Lebaksiu Tegal milik H. Susalit

Pada tanggal 20 Mei 2007 terbentuklah susunan pengurus Al Marjan Indonesia

Posted on June 3, 2007 in Tegal by admin3 Comments »

Tokoh-tokoh Al Marjan yang berdomisili di Tegal adalah  Dja’i bin Haji Sueb, Haji Urip, Haji Abdur Rohim, Sumyad, Muhidin, Gendon, Masan, Dahlan, dan rekan-rekan.

Posted on June 3, 2007 in Jakarta by admin5 Comments »

Tokoh-tokoh Al Marjan yang berdomisili di Jakarta adalah Rumli bin Sanadi, Mahsud, Mali, Tabud, Matlab, Haji Hambali, Muanas, Haji Tobroni, Luri, Muri, Tarmudi, Usup, Hudi, H. Muripin, H. Tabri, H. Nur Abdullah Hasan, Umar Hanafi, H. Toni Dartam, Dakyani, dan rekan-rekan.

Posted on June 3, 2007 in Bogor by adminNo Comments »

Tokoh-tokoh Al Marjan yang berdomisili di Bogor adalah Rifai, Mawardi, Abdul Wahid, Abdul Gofur, Maskam, Haji Umar Sahir, dan rekan-rekan

Posted on June 3, 2007 in Bandung by admin1 Comment »

Tokoh-tokoh Al Marjan yang berdomisili di Bandung adalah Dasir, Mukdi, Salim, Haji Mahun, dan rekan-rekan

Posted on June 3, 2007 in Cianjur by adminNo Comments »

Tokoh-tokoh Al Marjan yang berdomisili di Cianjur adalah Haji Surur, Makbul Tamyid, dan rekan-rekan.

Posted on June 3, 2007 in Yogyakarta by admin2 Comments »

Tokoh-tokoh Al Marjan yang berdomisili di Yogyakarta adalah Keluarga Besar Tuan Muhammad, Haji Muhammad Abdullah, Suud, Haji Bahroni, dan rekan-rekan.

Posted on June 3, 2007 in Makasar by admin1 Comment »

Tokoh-tokoh Al Marjan yang berdomisili di Makasar adalah Haji Imam Abdul Manaf, Mashur Dja’i, Muhidin, Tori Dannya, Haji Muanas Maad, H. Wartono, H. Jurani, dan rekan-rekan.

Posted on June 3, 2007 in Manado by admin2 Comments »

Tokoh-tokoh Al Marjan yang berdomisili di Manado adalah Haji Susalit, Matlub, Haji Bedi, Warno, Haji Suyatno, Narto, dan rekan-rekan.

Next Page »